Kota Arnhem, Taman Sonsbeek, Museum Arnhem, Museum Bronbeek

4 June – 18 September 2016

Arnhem, Belanda

SONSBEEK ’16: transACTION dikuratori oleh kolektif ruangrupa. Selama ini ruangrupa intens terlibat dalam dinamika kebudayaan di Indonesia di mana komunitas, kolektif, dan jalinan persahabatan menjadi kunci. Bagi ruangrupa, seni kontemporer adalah soal bekerja bersama dan menghubungkan diri baik dengan individu maupun kelompok.

Cerita membuat kita saling terhubung

Kebersamaan adalah aspek kunci dari tema transACTION yang dikuratori oleh ruangrupa. Dan dalam hal ini, cerita memainkan peran utama. Sebab cerita mampu menciptakan keterhubungan. Manusia sudah saling berbagi cerita selama berabad-abad lamanya dan itu semua bertujuan untuk menginspirasi, menghibur, memberikan pengetahuan, serta membentuk sejarah dan meneruskan itu untuk generasi selanjutnya. Bagi ruangrupa, transaksi bukan hanya soal pertukaran uang, ia meliputi segala bentuk pertukaran antara manusia dengan lingkungan, dan bagaimana mereka saling mempengaruhi. Pertukaran dalam artian tempat, kultur, politik, dan arena sosial lain yang ditandai dengan adanya saling tukar ide, pengetahuan, dan pengalaman.

Cerita-cerita alternatif dan strateginya

Dalam SONSBEEK ’16: transACTION, ruangrupa menggali keterhubungan antara taman dan kota, antara warga dan perkembangan kota serta ruang publik. Sebab, manusia, ide, dan sejarahlah yang membentuk DNA kota Arnhem. Sebagaimana kota-kota di Eropa Barat lainnya, Arnhem menghadapi masalah seperti penduduknya kebanyakan orang yang sudah sepuh, masalah mobilitas, dan soal gedung-gedung serta bangunan yang tidak terpakai. ruangrupa tertarik melihat bagaimana warga  melewati persoalan ini, dan bagaimana mereka memaknai cerita mereka juga umpan balik terhadapnya.

Karya seni dipamerkan dalam konteks ruang, sosial, politik dan sejarah kota Arnhem, dengan membangun keterhubungan langsung terhadap warga dan ruang-ruang public yang ada. Karya-karya instalasi ini juga berfungsi sebagai podium untuk bermacam kegiatan seperti pertunjukan seni media, konser musik, kuliah umum, lokakarya, dan peragaan busana. Dengan pendekatan yang berorientasi pada riset ini, proses penciptaan karya seni selama persiapan Sonsbeek ’16 sama pentingnya dengan hasil akhir yang diharapkan.

Teks diterjemahkan dari portal sonsbeek.org

City of Arnhem, Sonsbeek Park, Arnhem Museum, Museum Bronbeek

4 June – 18 September 2016

Arnhem, Netherland

SONSBEEK ’16: transACTION  is curated by ruangrupa collective. Ruangrupa is intimately involved in Indonesian culture, in which community, collectivity and friendship are key. For ruangrupa, contemporary art is about working together and connecting, with individuals and groups.

Stories connect people

Involvement is a central aspect of ruangrupa’s transACTION theme. And sharing stories plays a key role. Because stories create a connection. People have been telling each other stories for centuries to inspire, to entertain, to impart knowledge and to shape history and pass it on. For ruangrupa, transactions are not exchanges involving money, they encompass all kinds of exchange between people and their environment, and how they influence each other. Exchanges in spatial, cultural, political and social fields involve the interchange of ideas, knowledge and experiences.

Alternative stories and strategies

In SONSBEEK ’16: transACTION, ruangrupa explores the connection between park and city, residents and urban developments and public spaces. Because these are the people, the ideas and the history that form the DNA of the city of Arnhem. Like many medium-sized Western European cities, Arnhem is dealing with issues such as an aging population, mobility and buildings that remain unused. Ruangrupa is interested in how townspeople experience these issues, and values their stories and feedback.

The art is exhibited in spacial, social, political and historical contexts in the city and the region, in direct contact with residents and the public spaces. Installations also serve as podiums for various activities, audiovisual and media art, performances, lectures, workshops and shows. With ruangrupa’s research-oriented approach, an artwork’s evolution is as important as the final result.

Text from sonsbeek.org