Rethinking Nordic Colonialism: A Postcolonial Exhibition Project in Five Acts

Tórshavn, Pulau Faroe, Denmark
12 Mei 2006 – 4 Juni 2006
Kurator: Kuratorisk Aktion (Frederikke Hansen &Tone Olaf Nielsen)

Rethinking Nordic Colonialism mencoba berbicara tentang sejarah dalam lima babak yang di dalamnya terdapat pameran, lokakarya, konferensi, tatap muka, dan acara lainnya yang berlangsung di wilayah sekitar Islandia, Greenland, Kepulauan Faroe, dan Sámi, Finlandia. 56 seniman, teoritikus, politikus, dan aktivis internasional dari seluruh dunia turut bergabung dalam kegiatan yang akan berlangsung pada 24 maret sampai 25 november 2006 ini.

Kegiatan ini akan dimulai pada bulan maret di Reykjavik, Islandia (bekas koloni Denmark) dalam bentuk pameran seni dan juga lokakarya. Tepat pada bulan April, acara kemudian berlanjut di Nuuk (juga bekas koloni dan sekarang menjadi wilayah otonom pemerintahan Denmark). Di sini pengunjung diajak melihat pameran dan juga acara dengar pendapat. Torshavn di Kepulauan Faroe (juga bekas koloni yang sekarang menjadi bagian pemerintahan Denmark) akan menjadi tuan rumah untuk Act 3 pada bulan berikutnya untuk acara pameran yang juga dilengkapi dengan pertunjukan. Act 4 berlangsung di bulan Juni di Rovaniemi di sapmi bagian Finlandia (daerah asal orang-orang Sami asli) yang menampilkan pameran dan juga konferensi. Pada Act 5, semua kegiatan beserta kesimpulannya akan didokumentasikan dalam DVD Box Set yang dirilis pada 25 november 2006 ketika acara penutupan serentak di Nordic Copenhagen, Helsinki, Oslo, dan Stockholm. Melalui Act 5 ini, proyek suara poskolonial ini dapat menjangkau penjajah Nordic di masa lampau dan terdengar oleh anak cucu mereka hari ini, dan oleh dunia secara umum.

ruangrupa hadir mewakili minoritas Indonesia di kota Faroese dalam karya “You’re Welcome” (2006), dengan membagikan poster dan kartu pos di sekolah, toko, dan pulau di bagian utara. Sebagai langkah untuk memudahkan penerimaan pendatang baru oleh penduduk setempat, para seniman mengambil dan menempatkan kutipan yang mendukung keterbukaan dan keberagaman karya para penulis Faroese di kaos dan pin yang telah mereka produksi dengan murah di rumah dan kemudian mereka berikan untuk orang-orang Torshavn.

Rethinking Nordic Colonialism: A Postcolonial Exhibition Project in Five Acts

Tórshavn, The Faroe Islands
12 May 2006 – 4 June 2006
Curator: Kuratorisk Aktion (Frederikke Hansen &Tone Olaf Nielsen)

Rethinking Nordic Colonialism will revisit this history during the course of five acts, which combines exhibitions with workshops, conferences, hearings, and happenings in the locations of Iceland, Greenland, the Faroe Islands, and the Sámi area of Finland. 56 internationally recognized artists, theorists, politicians, and grassroots activists from all over the world participate in the project, which runs from March 24 – November 25, 2006.

The project opens in March in Reykjavik, Iceland (a former colony of Denmark) with an art exhibition and a workshop. In April, the project moves on to Nuuk, Greenland (also a former colony and now a self-governing part of the Kingdom of Denmark), where audiences are invited to attend a new art exhibition and a public hearing. Tórshavn in the Faroe Islands (also a former colony and now a self-governing part of the Kingdom of Denmark) will host Act 3 the following month, where yet another art exhibition is complemented by a performance event. Act 4 takes place in June in Rovaniemi in the Finnish part of Sápmi (the home land area of the indigenous Sámi people) and also features an art exhibition combined with a conference. In the fifth act, the many activities and conclusions of the project will be documented in a DVD Box Set, which is released on November 25, 2006 during four simultaneous closing events in the Nordic metropolises Copenhagen, Helsinki, Oslo, and Stockholm. With Act 5, the project’s many postcolonial voices reach the past colonizers of the Nordic region and become audible to their present populations – and to the world at large.

ruangrupa inserted themselves as an Indonesian minority into the Faroese capital in the project “You’re Welcome” (2006). Distributing posters and postcards in schools, shops, and in island country in the North. As a further move meant to ease the acceptance of the newcomers on the part of the locals, the artists had adopted and put pro-openness and –diversity quotes by prominent Faroese writers on t-shirt and pins, which they had produced inexpensively at home and now gave away to the people of Tórshavn.